BAGIAN 18
Lima mata dan tiga waktu pikiran
Terjemahan Indonesia
Edisi Pertama · Halaman 32–33 · Terjemahan studi penuh dalam Edisi Pertama; bukan kutipan kanonik.
‘, bagaimana pendapatmu? Apakah memiliki mata jasmani?’ ‘Demikian, Yang Dimuliakan, Tathāgata memiliki mata jasmani.’ ‘Subhūti, bagaimana pendapatmu? Apakah Tathāgata memiliki mata dewa?’ ‘Demikian, Yang Dimuliakan, Tathāgata memiliki mata dewa.’ ‘Subhūti, bagaimana pendapatmu? Apakah Tathāgata memiliki mata kebijaksanaan?’ ‘Demikian, Yang Dimuliakan, Tathāgata memiliki mata kebijaksanaan.’ ‘Subhūti, bagaimana pendapatmu? Apakah Tathāgata memiliki mata Dharma?’ ‘Demikian, Yang Dimuliakan, Tathāgata memiliki mata Dharma.’ ‘Subhūti, bagaimana pendapatmu? Apakah Tathāgata memiliki mata Buddha?’ ‘Demikian, Yang Dimuliakan, Tathāgata memiliki mata Buddha.’ ‘Subhūti, bagaimana pendapatmu? Apakah mengenai semua pasir yang ada di Sungai Gangga, Buddha menyebutnya pasir?’ ‘Demikian, Yang Dimuliakan, Tathāgata menyebutnya pasir.’ ‘Subhūti, bagaimana pendapatmu? Jika dalam satu Sungai Gangga terdapat sebanyak pasir itu sungai-sungai Gangga, dan semua pasir dari sungai-sungai Gangga itu dijadikan sebanyak dunia Buddha, apakah jumlahnya banyak?’ ‘Sangat banyak, Yang Dimuliakan.’ Buddha berkata kepada Subhūti: ‘Di dalam tanah-tanah itu, semua makhluk, dengan berbagai macam pikiran, semuanya diketahui oleh Tathāgata. Mengapa? Tathāgata berkata: semua pikiran sebenarnya bukan pikiran; karena itu disebut pikiran. Mengapa demikian? Subhūti, pikiran masa lalu tidak dapat diperoleh, pikiran masa kini tidak dapat diperoleh, pikiran masa depan tidak dapat diperoleh.’
Pelajari lebih lanjut
INTERPRETASI · Penjelasan draf untuk penelaahan.
Beragam cara melihat
Dialog menyebut mata jasmani, dewa, kebijaksanaan, Dharma, dan Buddha.
Baca paragraf rujukanPikiran tanpa hakikat tetap
Teks membahas pikiran tanpa menetapkannya sebagai sesuatu yang tetap.
Baca paragraf rujukanTiga waktu
Masa lalu, masa kini, dan masa depan disebut bersama sebagai pikiran yang tidak dapat digenggam.
Baca paragraf rujukan
RUANG PEMAHAMAN · TERPISAH DARI TEKS SUTRA
Inti bagian
Lima mata dan pikiran masa lalu, masa kini, serta masa depan dibahas tanpa menetapkan hakikat yang tetap.
Ringkasan web untuk penelaahan.Penjelasan singkat
Edisi Pembaca · Halaman 19
bukan hanya pengetahuan di kepala. Kebijaksanaan terlihat dalam cara hidup: bertindak tanpa melekat dan membantu tanpa membangun ego.
Penjelasan disalin dari Edisi Pembaca. Penekanan antarbahasa dapat berbeda; bandingkan dengan teks sutra lengkap.