BAGIAN 4
Praktik memberi tanpa berdiam
Terjemahan Indonesia
Edisi Pertama · Halaman 8 · Terjemahan studi penuh dalam Edisi Pertama; bukan kutipan kanonik.
‘Selanjutnya, , seorang dalam berkenaan dengan Dharma hendaknya tidak berdiam pada apa pun ketika melakukan pemberian. Yang dimaksud ialah memberi tanpa berdiam pada rupa; memberi tanpa berdiam pada suara, bau, rasa, sentuhan, maupun Dharma. Subhūti, seorang bodhisattva hendaknya memberi demikian, tanpa berdiam pada tanda. Mengapa? Jika seorang bodhisattva memberi tanpa berdiam pada tanda, kebajikan yang diperolehnya tidak dapat dipikirkan atau diukur. Subhūti, bagaimana pendapatmu? Apakah ruang angkasa di sebelah timur dapat diukur?’ ‘Tidak, Yang Dimuliakan.’ ‘Subhūti, bagaimana dengan ruang angkasa di selatan, barat, utara, ke empat penjuru antara, di atas dan di bawah—dapatkah diukur?’ ‘Tidak, Yang Dimuliakan.’ ‘Subhūti, demikian pula kebajikan bodhisattva yang memberi tanpa berdiam pada tanda tidak dapat dipikirkan atau diukur. Subhūti, bodhisattva hanya hendaknya berdiam sebagaimana telah Aku ajarkan.’
Pelajari lebih lanjut
INTERPRETASI · Penjelasan draf untuk penelaahan.
Memberi dengan pikiran lapang
Bagian ini mengajak Bodhisattva melakukan pemberian tanpa melekat pada apa pun.
Baca paragraf rujukanTidak berdiam pada tanda
Pemberian tidak bertumpu pada bentuk maupun kesan indrawi dan konsep yang digenggam.
Baca paragraf rujukanSeluas ruang angkasa
Ruang dipakai sebagai perumpamaan kebajikan yang tidak dapat diukur.
Baca paragraf rujukan
RUANG PEMAHAMAN · TERPISAH DARI TEKS SUTRA
Inti bagian
Memberi tanpa berdiam pada bentuk, suara, bau, rasa, sentuhan, atau konsep.
Ringkasan web untuk penelaahan.Penjelasan singkat
Edisi Pembaca · Halaman 5
Ketika memberi, jangan melekat pada benda, pujian, hasil, atau citra diri. Berbuatlah baik tanpa menjadikan apa pun sebagai tempat pikiran menggenggam.
Penjelasan disalin dari Edisi Pembaca. Penekanan antarbahasa dapat berbeda; bandingkan dengan teks sutra lengkap.